November 18, 2008

DEMI MASA

Apa yang kita tanam saat ini itulah yang akan kita tuai nantinya. Maksudnya adalah apa yang kita kerjakan hari ini itulah yang akan kita hasilkan nantinya. Apa yang kita lakukan di masa muda, itulah yang akan kita dapatkan di masa yang akan datang. Mengapa demikian? Karena begitulah sebenarnya falsafah kehidupan. Begitula hakikat kehidupan. Gambaran kehidupan kita di masa yang akan datang bisa tercermin dari kehidupan kita di masa sekarang.
Jikalau masa muda kita habiskan untuk hal-hal yang negatif, maka masa tua akan menjadi suram dan tidak bermakna. Jikalau masa muda kita habiskan untuk hal-hal yang positif, maka masa tua akan menjadi terang dan memiliki arti. Jika masa muda kita gunakan untuk santai, berleha-leha, tidak mau belajar dan selalu melakukan hal-hal yang tidak berguna, maka di masa tua kita akan menjadi orang yang berwawasan sempit dan akan menjadi orang yang tidak berguna. Jika masa muda kita gunakan untuk belajar dan menuntut ilmu, maka di masa yang akan datang kita akan menjadi orang yang tepelajar dan berpengetahuan luas.
Oleh karena itu, manfaatkanlah masa muda sebelum datang masa tua untuk hal-hal yang bermanfaat. Pergunakanlah waktu luang sebelum datang waktu sempit untuk hal-hal yang berguna bagi diri dan orang lain.

Ketahuilah bahwa waktu tidak akan pernah kembali. Waktu selalu bergeser dan maju terus-menerus. Berganti ke setiap zaman ke zaman atau masa ke masa. Zaman tidak pernah memandang seseorang dari kemolekan wajah dan keindahan tubuhnya. Zaman tidak pernah menilai seseorang dari banyaknya materi atau harta yang dimilikinya. Tapi, pengetahuan yang luas, kebesaran jiwa dan kerendahan hatilah yang disukainya. Meskipun anda memiliki wajah yang cantik atau tampan, tapi jikalau tidak mampu mengikuti pembaruan dan atau menghadapi tantangan zaman, maka kecantikan dan ketampanan wajah hanyalah simbol belaka. Pun begitu dengan materi atau harta yang kita miliki. Karena tidak semua yang ada di dunia ini bisa dinilai dengan harta. Tidak semua hal yang kita inginkan bisa kita tukar dengan materi.
Jadi, sebelum datang masa tuamu manfaatkanlah masa mudamu untuk menghasilkan karya yang bisa bermanfaat untuk kebaikan. Sebelum datang waktu sempitmu, manfaatkanlah waktu lapangmu untuk mencari dan menuntut ilmu pengetahuan yang bisa bermanfaat demi orang lain. Sebelum datang masa miskinmu, manfaatkanlah masa kayamu untuk mendapatkan semua yang bermanfaat demi kebaikanmu. Sebelum datang masa sakitmu manfaatkanlah masa sehatmu untuk berbuat kebajikan. Dan sebelum datang kematianmu, maka manfaatkanlah kehidupanmu untuk mendapatkan bekal amal saleh yang akan kamu gunakan di akhirat kelak.
Ingatlah, bahwa penyesalan itu selalu datang terlambat, dan tentunya kita tidak ingin mendapatkan penyesalan atas perbuatan sia-sia yang pernah kita lakukan bukan?
Demi masa, sesungguhnya manusia kerugian.
Melainkan yang beriman dan yang beramal saleh.
Demi masa, sesungguhnya manusia kerugian melainkan nasihat kepada kebenaran dan kesabaran.
Gunakan kesempatan yang masih diberi moga kita takkan menyesal.
Masa usia kita jangan disiakan karena ia takkan kembali.
Ingat lima perkara sebelum lima perkara:
Sehat sebelum sakit,
Muda sebelum tua,
Kaya sebelum miskin,
Lapang sebelum sempit,
dan Hidup sebelum mati.

0 komentar:

My Big Family