Apa yang kita tanam saat ini itulah yang akan kita tuai nantinya. Maksudnya adalah apa yang kita kerjakan hari ini itulah yang akan kita hasilkan nantinya. Apa yang kita lakukan di masa muda, itulah yang akan kita dapatkan di masa yang akan datang. Mengapa demikian? Karena begitulah sebenarnya falsafah kehidupan. Gambaran kehidupan kita di masa yang akan datang bisa tercermin dari kehidupan kita di masa sekarang.
Jikalau masa muda kita habiskan untuk hal-hal yang negatif, maka masa tua akan menjadi suram dan tidak bermakna. Jikalau masa muda kita habiskan untuk hal-hal yang positif, maka masa tua akan menjadi terang dan memiliki arti. Jika masa muda kita gunakan untuk santai, berleha-leha, tidak mau belajar dan selalu melakukan hal-hal yang tidak berguna, maka di masa tua kita akan menjadi orang yang berwawasan sempit dan akan menjadi orang yang tidak berguna. Jika masa muda kita gunakan untuk belajar dan menuntut ilmu, maka di masa yang akan datang kita akan menjadi orang yang tepelajar dan berpengetahuan luas.
Oleh karena itu, manfaatkanlah masa muda sebelum datang masa tua untuk hal-hal yang bermanfaat. Pergunakanlah waktu luang sebelum datang waktu sempit untuk hal-hal yang berguna bagi diri dan orang lain.
Ketahuilah bahwa waktu tidak akan pernah kembali. Waktu selalu bergeser dan maju terus-menerus. Berganti ke setiap zaman ke zaman atau masa ke masa. Zaman tidak pernah memandang seseorang dari kemolekan wajah dan keindahan tubuhnya. Zaman tidak pernah menilai seseorang dari banyaknya materi atau harta yang dimilikinya. Tapi, pengetahuan yang luas, kebesaran jiwa dan kerendahan hatilah yang disukainya.
Ingatlah, bahwa penyesalan itu selalu datang terlambat, dan tentunya kita tidak ingin mendapatkan penyesalan atas perbuatan sia-sia yang pernah kita lakukan bukan?
















0 komentar:
Poskan Komentar