Pernah menonton film Indiana Jones? Film yang menceritakan tentang perjalanan beberapa orang dalam mencari harta karun ini sangat menarik untuk ditonton. Karena film ini sangat seru dan menegangkan. Menarik, karena menghadirkan pengalaman perjalanan yang disertai pemandangan daerah pedalaman yang indah. Seru, sebab disertai adegan-adegan yang susah ditebak arahnya. Menegangkan, terutama karena serangkaian tantangan berat senantiasa menghadang di depan mata.
Sebenarnya, perjalanan hidup ini amat serupa dangan perjalanan Indiana jones dalam mencari harta karun. Menarik, tentu saja karena pemandangan-pemandangan yang hadir di depan mata demikian bervariasi. Demikian menarik dan asyiknya, sampai-sampai ada banyak sekali orang yang tidak sadar kalau satu tahun telah berlalu. Atau tiba-tiba baru sadar kalau umur sudah tua, dan jaman semakin berubah. Di samping mengasyikkan, ada tidak sedikit manusia yang amat takut kematian. Apa lagi sebabnya kalau bukan karena daya tarik sang hidup yang demikian memikat. Di samping menarik, perjalanan sang hidup juga seru, sebab tidak jarang terjadi kita harus ‘berperang’ dengan banyak ketakutan. Ada perang melawan diri sendiri, ada perang melawan ketidakjujuran, ada perang melawan ketertindasan dan masih banyak lagi perang lainnya. Dan terakhir tentu saja juga menantang, secara lebih khusus karena tidak seorang pun tahu bagaimana persisnya wajah masa depan. Tiba-tiba tanpa persiapan memadai ia hadir di depan mata. Bedanya, kalau dalam film Indiana Jones, jelas dan tegas harta karunlah yang digunakan sebagai sasaran buruan. Dalam perjalanan kehidupan, sasaran buruannya disamping bebeda dari satu orang ke orang yang lain, juga bergerak dan berubah sejalan dengan kedalaman renungan masing-masing individu.
Ada memang sekumpulan manusia yang seluruh hidupnya hanya digunakan untuk mencari harta dan tahta. Bahkan sampai di ujung kehidupanpun masih menangisi harta yang ditinggalkan. Di bagian lain, ada juga manusia yang sama sekali tidak perduli akan harta dan tahta. Satu-satunya yang ia pedulikan hanyalah perjalanan menuju Tuhan atau perjalanan spiritual semata. Di antara dua kutub eksterm ini, kadang ada sisa-sisa renungan yang tercecer. Sekaligus menghadirkan pertanyaan mendasar, apakah yang kita cari dalam perjalanan hidup yang demikian melelahkan ini?
Perjalanan hidup memang melelahkan, karena menempuh jalan yang tidak berujung. Melalui berbagai macam tantangan hidup yang tidak sedikit diantaranya diwarnai ar mata kesedihan, perang hati nurani, bahkan kadang mengancam nyawa. Dalam rangkaian perjalanan seerti ini, sangat layak kalau kita bertanya ulang apa sebenarnya yang kita cari dalam perjalanan hidup ini?.
Entah sampai di tataran pemahaman mana perjalanan kita sejauh ini tetapi semakin kita selami dan dalami, semakin kita tahu kalau hidup adalah sebuah perjalanan ke dalam diri. Berbeda dengan harta karun yang harus kita cari dan membawa kemungkinan terbukanya sebuah penemuan, harta karun kehidupan ada pada proses belajar. Ya sekali lagi ada pada proses belajar. Bukan pada tujuan akhirnya. Ini penting untuk di pahami dan di dalami, karena perjalanan menemukan diri sendiri adalah sejenis perjalanan yang tidak mengenal garis finish.
Oleh karena tidak ada titik akhirnya inilah, maka kita harus mengetahui pentingnya hidup di hari ini (living n the now). Tidak sekedar hidup berfoya-foya dan menghabiskan kenikmatan hidup tentunya. Melainkan, hidup penuh kesadaran dan rasa syukur.
















0 komentar:
Poskan Komentar