Agustus 15, 2008

HAKIKAT KEBAHAGIAAN

Kebahagiaan adalah kondisi dimana kita merasa senang, tenang, aman, tentram dan damai. Kita semua tentunya pernah merasakan atau mengalami kebahagiaan. Namun, kita tidak pernah tahu kapan kebahagiaan itu datang menghampiri kita dan kapan kebahagiaan itu pergi meninggalkan kita. Ibarat pepatah, “Hidup bagaikan roda yang berputar”. Kadang di atas kadang pula di bawah. Suatu waktu kita mendapatkan apa yang kita inginkan, suatu waktu pula kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan. Suatu waktu kita dihormati dan disegani orang, suatu waktu pula kita dibenci dan dicaci maki. Suatu waktu kita berhasil meraih kesuksesan, suatu waktu pula kita menderita kegagalan. Perjalanan hidup kita tidak pernah lurus terus menerus, tidak pernah pula bengkok terus menerus. Kehidupan kita ibarat air laut, yang bisa mengalami pasang dan surut. Begitu pula dengan kebahagiaaan hidup. Kebahagiaan bisa musnah seketika ketika kita mengalami musibah. Dan akan muncul kembali ketika kita mendapatkan anugerah. Kita juga tidak pernah bisa mengukur kedalaman dan mengetahui seberapa besar kebahagiaan yang pernah dan atau yang sedang kita alami. Kebahagiaan tidak pula mampu dinilai dengan materi. Memiliki harta yang melimpah tidaklah menjadi jaminan kita akan mendapatkan kebahagiaan. Orang yang miskin mungkin merasa bahwa menjadi kaya dan memiliki harta yang melimpah bisa membuat hidup bahagia. Tapi, tidak bagi orang yang kaya, mereka beranggapan bahwa memiliki banyak harta tidaklah menjamin kita akan hidup bahagia. Karena sesungguhnya, tidak semua yang ada didunia mampu dibeli dan ditukar dengan materi.

Seperti hukum kekekalan energi Albert Enstein dengan relativivitasnya, begitulah sesungguhnya hakikat daripada kebahagiaan hidup ini. Kebhagiaan itu Relative terhadap waktu. Sesungguhnya kebahagiaan dunia itu tidak ada yang kekal atau abadi. Tak bisa diprediksikan kapan kebahagiaan itu akan datang dan kapan dia akan pergi berganti dengan kesedihan. Yang bisa kita lakukan hanya mensyukuri saat kebahagiaan itu datang menyapa kita. Dan tidak menyesali saat dia pergi meninggalkan kita. Janganlah terlalu larut dengan euforia pada satu kebahagiaan, karena kebahagiaan saat ini bisa berganti menjadi kebahagiaan yang lain lewat pergeseran masa dan pertukaran waktu.

Amatlah sedikit yang diperlukan untuk membuat suatu kehidupan yang membahagiakan, semuanya ada dalam diri anda sendiri, yaitu di dalam cara anda berpikir dan bersikap. (Fred Corbertt). Olehnya itu, hendaklah kita mencari kebahgiaan yang sebanyak-banyaknya. Jikalau kebahagiaanmu kemarin telah hilang, maka carilah kebahagiaanmu untuk hari ini, dan jika kebahagiaanmu hari ini telah tiada, maka carilah kebahagiaanmu untuk hari esok dan yang akan datang. Dan yang paling penting adalah berterima kasihlah selalu kepada sipemberi kebahagiaan hidup ini.

1 komentar:

aydin mengatakan...

klo menurut aq sich!kebahagian itu diukur berdasarkan tingkat kesyukuran seseorang...coz makin tinggi strata sosial seseorang maka makin tinggi pula tanggung jawab n rasa syukur seseorang by adin

My Big Family