Desember 03, 2008

Nama Rupiah Dari Mana Ya?

Rupiah (Rp) adalah mata uang Indonesia, kodenya adalah IDR. Nama ini diambil dari mata uang India rupee. Sebelumnya di daerah yang disebut Indonesia sekarang menggunakan gulden Belanda dari tahun 1610 sampai tahun 1817, ketika gulden Hindia-Belanda diperkenalkan.

Nama rupiah pertama kali digunakan secara resmi dengan dikeluarkannya mata uang rupiah jaman pendudukan Dai Nippon pada Perang Dunia II. Setelah perang selesai, Bank Jawa, pelopor Bank Indonesia, mengeluarkan Rupiah. Sedangkan Tentara Sekutu mengeluarkan Gulden Nica.

Sementara itu di daerah-daerah lain di di daerah yang sekarang disebut Indonesia, banyak beredar uang yang bertalian dengan aktivitas gerilya.

Pada tanggal 2 November, 1949 rupiah ditetapkan sebagai mata uang nasional. Di daerah kepulauan Riau dan Papua, kala itu masih digunakan mata uang lain. Baru pada tahun 1964 dan 1971 rupiah digunakan di sana.

Di daerah Timor Timur, rupiah digunakan dari tahun 1976 – 2001. Semenjak tahun 2001 sampai sekarang digunakan dolar AS.



Selengkapnya...

November 27, 2008

Arti Mencintai Sesorang

Sangatlah menyakitkan mencintai seseorang, tetapi tidak dicintai olehnya. Tetapi lebih sakit, bila mencintai dan tidak pernah menemukan keberanian untuk memberitahu dia apa yang kamu rasakan.
Hanya perlu waktu satu menit untuk menghancurkan seseorang, satu jam untuk menyukai seseorang, satu hari untuk mencintai seseorang tetapi membutuhkan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.
Mungkin Tuhan menginginkan kita untuk bertemu dengan orang yang tidak tepat sebelum bertemu dengan yang tepat. Jadi ketika kita akhirnya bertemu dengan orang yang tepat, kita akan tahu betapa berharganya anugerah tersebut.
Cinta adalah ketika kamu membawa perasaan, kesabaran dan romantisme dalam suatu hubungan dan menemukan bahwa kamu peduli dengan dia.
Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu tetapi pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kamu harus membiarkannya pergi. Ketika salah satu pintu kebahagiaan tertutup, maka pintu kebahagiaan yang lain terbuka. Tetapi kadang-kadang kita menatap terlalu lama pada pintu yang telah tertutup itu sehingga kita tidak melihat pintu lain yang telah terbuka itu dihadapan kita.
Teman yang terbaik adalah teman dimana kamu dapat duduk bersamanya dan merasa terbuai, dan tidak pernah mengatakan apa-apa dan kemudian berjalan bersama. Perasaan seperti itu adalah percakapan termanis yang pernah kamu rasakan.

Memberikan seseorang semua cintamu tidak pernah menjamin bahwa mereka akan mencintai kamu juga !!!
Jangan mengharapkan cinta sebagai balasan, tunggulah sampai itu tumbuh didalam hatinya. Tetapi jika tidak, pastikan dia tumbuh didalam hatimu. Ada hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi tidak akan pernah kamu dengar dari orang yang kamu ingin dengar. Tetapi jangan sampai kamu menjadi tuli walaupun kamu tidak mendengar itu dari seseorang yang mengatakan itu dari hatinya.
Jangan pernah berkata selamat tinggal jika kamu masih ingin mencoba. Jangan menyerah selama kamu merasa masih dapat maju.
Jangan pernah berkata kamu tidak mencintai orang itu lagi bila kamu tidak bisa membiarkannya pergi. Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walapun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangun kembali kepercayaan.
Jangan melihat dari wajah, itu bisa menipu. Jangan melihat kekayaan, itu bisa menghilang.
Datanglah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum karena sebuah senyuman dapat membuat hari yang gelap menjadi cerah.
Berharaplah kamu dapat menemukan seseorang yang dapat membuatmu tersenyum. Ada saat di dalam kehidupanmu dimana kamu sangat merindukan seseorang, Kamu ingin mengambil mereka dari mimpimu dan benar-benar memeluk dia.Berharaplah bahwa kamu dapat bermimpi tentang dia, yang berarti mimpilah apa yang ingin kamu mimpikan, pergilah kemana kamu ingin pergi, jadilah sesuai dengan keinginan kamu, karena kamu hanya dapat hidup sekali meskipun kesempatan untuk melakukan apa yang kamu inginkan selalu ada.
Semoga kamu mendapat cukup kebahagiaan untuk membuat kamu bahagia, cukup cobaan untuk membuat kamu kuat, cukup penderitaan untuk membuat kamu menjadi manusia yang sesungguhnya, dan cukup harapan untuk membuat kamu bahagia.
Selalu letakkan dirimu pada posisi orang lain.Jika kamu merasa bahwa itu menyakitkan kamu, mungkin itu menyakitkan orang itu juga.
Kata-kata yang ceroboh dapat mengakibatkan perselisihan, kata-kata yang kasar bisa membuat celaka, kata-kata yang tepat waktu dapat mengurangi ketegangan, kata-kata cinta dapat menyembuhkan dan menyenangkan. Permulaan cinta adalah dengan membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri dan tidak membentuk mereka menjadi sesuai keinginan kita. Dengan kata lain kita mencintai bayangan kita yang ada pada diri mereka.
Orang yang bahagia tidak perlu memiliki yang terbaik dari segala hal. Mereka hanya membuat segala hal yang datang dalam hidup mereka. Kebahagiaan adalah bohong bagi mereka yang menangis, mereka yang terluka, mereka yang mencari, mereka yang mencoba. Mereka hanya bisa menghargai orang-orang penting yang telah menyentuh hidup mereka.
Cinta dimulai dengan senyuman, tumbuh dengan kemesraan dan berakhir dengan air mata. Masa depan yang cerah berdasarkan pada masa lalu yang telah dilupakan. Kamu tidak dapat melangkah dengan baik dalam kehidupan kamu sampai kau melupakan kegagalan kamu dan rasa sakit hati yang ada di hatimu.
Ketika kamu lahir, kamu menangis dan semua orang di sekeliling kamu tersenyum.Hiduplah dengan hidupmu, jadi ketika kamu meninggal, kamu adalah satu-satunya orang yang tersenyum dan semua orang di sekelilingmu menangis.


Selengkapnya...

Sindrome Lele Fish

“Pesan apa Mas?”. Tanya salah seorang pelayan warung di salah satu warung “Sari Laut” di Jl. A.P Pettarani kepada saya dan sahabat saya waktu itu. Saya dan sahabat saya ini memang sering dan senang makan di tempat itu. Kami telah ketagihan makan di tempat itu, meskipun tempat itu ramai akan pengunjung. Mungkin itulah salah satu daya tariknya. Hampir setiap kali jika saya makan di sana, saya selalu memesan Nasi dan Ayam sebagai lauknya. Entah kenapa tiba-tiba malam itu saya memesan Ikan Lele sebagai lauknya. “Tidak biasanya”, kata sahabat saya yang menemani saya makan kala itu. “Hahahaha, saya cuma mau improvisasi aja, bosan makan ayam terus-terusan setiap kali saya ke sini, kata saya menanggapi pernyataannya”. “Ya, terserah kamu aja lah, yang jelas saya sudah tidak mau lagi makan Ikan lele”. Mendengar pernyataannya, saya langsung tertawa terbahak-bahak karena saya tahu alasannya kenapa dia tidak mau makan ikan lele. Dia telah terkena syndrome afraid terhadap Ikan lele, sehingga dia sudah tidak mau lagi makan ikan lele. Dia bukannya alergi terhadap ikan tersebut, tapi ada trauma yang sangat mendalam setiap kali mendengar nama ikan tersebut.
Penyakit gila, nan aneh bin ajaib ini telah menjangkiti sahabat saya selama kurang lebih tiga tahun. Penyakit syndrome afraid to Lele fish ini didapatnya ketika kami berada di Bandar Lampung sekitar tahun 2005 yang lalu. Waktu itu, kami pergi ke Bandar Lampung untuk mengunjungi teman Filatelinya yang tinggal di sana. Sahabat saya ini memang hobby mengoleksi perangko alias filateli. Ayah dari Kenalannya merupakan mantan anggota dewan perwakilan rakyat daerah Provinsi Lampung. Karena telah pensiun, ayahnya berinisiatif untuk pindah tempat tinggal di kampung halaman istrinya di sebuah desa yang asri nan indah di ranah Lampung. Rumahnya sangat berbeda dengan rumah-rumah pada umumnya. Desainnya mirip rumah boegis-makassar tempo dulu. Memiliki halaman yang luas, dan sebuah empang Ikan lele yang terletak di belakang rumah. Ikan Lele di empangnya itu cukup banyak dan besar-besar. WC atau kamar mandinya pun terletak di belakang rumah dan tepat di atas empang Ikan lele tersebut. Jadi setiap kali penghuni rumah buang air besar maka setiap kotoran yang berasal dari WC akan menuju ke empang.

Selama sekitar satu minggu di sana, saya mendapatkan begitu banyak pengalaman yang menarik, menggelitik, menyenangkan dan menyedihkan. Salah satunya adalah terinveksinya sahabat saya virus Sindrome afraid to Lele fish. Padahal proses terinveksinya virus bisa dibilang cukup aneh dan tidak masuk di akal. Waktu itu kira-kira di hari ke tiga kami di sana, saya dan sahabat saya bersama anak tuan rumah yang merupakn teman fillateli sahabat saya jalan-jalan mengelilingi empang di belakang rumah sambil memberi makan ikan-ikannya . “Ikan-ikannya besar-besar ya, seukuran paha saya”, kata sahabat saya. Ikan-ikan disini memang besar-besar, soalnya tiap hari kami beri makan dan kami rawat, kata sang pemilik rumah. Mendengar percakapan kedua teman saya itu, saya Cuma tertwa dalam hati, sambil bergumam dalam lubuk hati yang paling dalam “bagaimana ikannya tidak berukuran besar, tiap hari mereka makan sisa makanan kita. Makanan yang telah kita olah menajdi energy dan yang lainnya telah dimakan oleh ikan-ikan ini, jadi wajarlah mereka besar-besar”. Ya, semua kotoran dari WC/jambangan bermuara di empang, jadi semuanya menjadi santapan bergizi ikan-ikan yang ada di empang itu. Jadi bisa dibayangkan bagaimana kondisi fisik dan ukuran ikan-ikan penghuni empang itu.
Dimalam harinya, saat maka malam, seperti biasa kami disuguhkan makanan yang enak. Sayur yang segar dan lauk pauk yang nikmat. Termasuk ikan lele bakar yang sangat besar dan wangi baunya karena dibakar dengan bumbu special racikan nyonya rumah. Semua penghuni rumah yang makan bersama kami waktu itu makan dengan lahapnya, termasuk saya. Tapi saya Cuma makan lauk pauk Ayam goreng, bukan ikan lele bakarnya. Yang mengherankan, semua ikan lele bakar luder habis dilahap dalam padahal saya tidak memakannya. Selesai makan, kami berkumpul diruang keluarga sambil minum-minumn teh hangat dan makan pisang goreng. “Wah, masakan tante enak banget, nikmat sekali, ikan lelenya itu enak sekali, saya makan sedikit nasi, tapi ikan lelenya aja yang banyak. Solanya enak banget”, tiba-tiba sahabat saya membuka pembicaraan”. Hahahaha, ikan lele itu memang enak, apalagi kalo dibakar. Kalau kamu suka, besok saya tangkapkna lagi. Tadi saya Cuma nangkap beberapa ekor, karena kebetulan tadi pagi ibu tidak ke pasar, jadi saya tangkap aja ikan yang ada di empang di belakang rumah. Karena memang ikan yang ada di empang di belakang rumah itu memang kami pelihara selain untuk dijual juga dimakan sebagai lauk pauk.” Mendengar perkataan dari tuan rumah, kontan saja saya langsung lari ke belakang, bukan untuk muntah tapi untuk ketawa. Menertawai sahabat saya, yang waktu itu langsung pucat sesaat setelah perbincangan berlangsung. Entah apa yang terjadi dengannya, karena beberapa menit berselang dia masuk ke kamar mandi. Sekitar 30 menit dia di dalam kamar mandi. Setelah keluar, dia memandangi saya dengan wajah pucat pasi. “itulah sebabmya saya tidak memakan ikan tadi, saya Cuma makan ayam soalnya saya sudah tahu kalau ikan itu berasal dari empang di belakang rumah”. Tapi sahabat saya ini Cuma terdiam membisu mendengar perkataan saya. Nah, sejak saat itulah dia terasuki oleh penyakit aneh tadi. Mengherankan, dan tentunya tidak masuk diakal memang, hanya karena kasus seperti ini dia trauma dengan Ikan lele. Padahal ikan yang dia makan tidak membuatnya sakit, hanya saja dia terlalu mendramatisir masalah. Mungkin saja di tahu bahwa ikan yang dia makan tidak membawa dampak negative padanya. Memang, ikan tersebut memakan kotoran manusia, namun ikan tersebut juga telah mencernanya dalam tubuhnya sehingga menjadi daging. Sahabat saya ini terlalu berparadigma buruk, bahwa dia telah makan ikan lele yang makanan sehar-harinya adalah kotoran manusia, jadi dia juga telah memakan kotoran alias tinja manusia.
Dari kasus sahabat saya di atas, tentunya kita semua bisa mengambil hikmah dan pelajaran.
Selengkapnya...

November 18, 2008

DEMI MASA

Apa yang kita tanam saat ini itulah yang akan kita tuai nantinya. Maksudnya adalah apa yang kita kerjakan hari ini itulah yang akan kita hasilkan nantinya. Apa yang kita lakukan di masa muda, itulah yang akan kita dapatkan di masa yang akan datang. Mengapa demikian? Karena begitulah sebenarnya falsafah kehidupan. Begitula hakikat kehidupan. Gambaran kehidupan kita di masa yang akan datang bisa tercermin dari kehidupan kita di masa sekarang.
Jikalau masa muda kita habiskan untuk hal-hal yang negatif, maka masa tua akan menjadi suram dan tidak bermakna. Jikalau masa muda kita habiskan untuk hal-hal yang positif, maka masa tua akan menjadi terang dan memiliki arti. Jika masa muda kita gunakan untuk santai, berleha-leha, tidak mau belajar dan selalu melakukan hal-hal yang tidak berguna, maka di masa tua kita akan menjadi orang yang berwawasan sempit dan akan menjadi orang yang tidak berguna. Jika masa muda kita gunakan untuk belajar dan menuntut ilmu, maka di masa yang akan datang kita akan menjadi orang yang tepelajar dan berpengetahuan luas.
Oleh karena itu, manfaatkanlah masa muda sebelum datang masa tua untuk hal-hal yang bermanfaat. Pergunakanlah waktu luang sebelum datang waktu sempit untuk hal-hal yang berguna bagi diri dan orang lain.

Ketahuilah bahwa waktu tidak akan pernah kembali. Waktu selalu bergeser dan maju terus-menerus. Berganti ke setiap zaman ke zaman atau masa ke masa. Zaman tidak pernah memandang seseorang dari kemolekan wajah dan keindahan tubuhnya. Zaman tidak pernah menilai seseorang dari banyaknya materi atau harta yang dimilikinya. Tapi, pengetahuan yang luas, kebesaran jiwa dan kerendahan hatilah yang disukainya. Meskipun anda memiliki wajah yang cantik atau tampan, tapi jikalau tidak mampu mengikuti pembaruan dan atau menghadapi tantangan zaman, maka kecantikan dan ketampanan wajah hanyalah simbol belaka. Pun begitu dengan materi atau harta yang kita miliki. Karena tidak semua yang ada di dunia ini bisa dinilai dengan harta. Tidak semua hal yang kita inginkan bisa kita tukar dengan materi.
Jadi, sebelum datang masa tuamu manfaatkanlah masa mudamu untuk menghasilkan karya yang bisa bermanfaat untuk kebaikan. Sebelum datang waktu sempitmu, manfaatkanlah waktu lapangmu untuk mencari dan menuntut ilmu pengetahuan yang bisa bermanfaat demi orang lain. Sebelum datang masa miskinmu, manfaatkanlah masa kayamu untuk mendapatkan semua yang bermanfaat demi kebaikanmu. Sebelum datang masa sakitmu manfaatkanlah masa sehatmu untuk berbuat kebajikan. Dan sebelum datang kematianmu, maka manfaatkanlah kehidupanmu untuk mendapatkan bekal amal saleh yang akan kamu gunakan di akhirat kelak.
Ingatlah, bahwa penyesalan itu selalu datang terlambat, dan tentunya kita tidak ingin mendapatkan penyesalan atas perbuatan sia-sia yang pernah kita lakukan bukan?
Demi masa, sesungguhnya manusia kerugian.
Melainkan yang beriman dan yang beramal saleh.
Demi masa, sesungguhnya manusia kerugian melainkan nasihat kepada kebenaran dan kesabaran.
Gunakan kesempatan yang masih diberi moga kita takkan menyesal.
Masa usia kita jangan disiakan karena ia takkan kembali.
Ingat lima perkara sebelum lima perkara:
Sehat sebelum sakit,
Muda sebelum tua,
Kaya sebelum miskin,
Lapang sebelum sempit,
dan Hidup sebelum mati.
Selengkapnya...

SAHABAT

Beberapa hari yang lalu, salah seorang teman dan sahabat saya menelpon saya dan curhat mengenai masalahnya. Menurut ceritanya, dia punya seorang kawan dan mereka telah bersahabat sejak kecil alias telah bersahabat selama puluhan tahun. Suka dan duka, senang dan sedih, bahagia dan susah telah dilalui bersama. Saling membantu jika ada masalah, saling mengisi kekosongan masing-masing, dan banyak hal yang telah dilaluinya bersama. Pada suatu hari, sahabatnya tesebut meminta tolong pada dia karena sahabatnya tersebut sedang dirundung masalah. Karena teman saya ini tidak mampu membantu sahabatnya tersebut, sahabatnya pun mulai menghindarinya dan mulai menjauh darinya. Dia telah kehilangan kepercayaan oleh sahabatnya hanya karena dia tidak bisa membantu sahabatnya mengatasi problem yang dia hadapi. Persahabatannya telah berada diambang kehancuran.

Saya yakin, banyak diantara kita yang pernah mengalami masalah dengan sahabat, teman ataupun kawan seperti yang dialami oleh kawan saya di atas. Entah itu masalah kecil, perselisihan besar, atau pertengkaran yang hampir dan atau bahkan memutuskan jalinan perkawanan atau persahabatan kita.
Saya juga sering mengalami hal yang sama, dengan situasi dan masalah yang berbeda. Ketika sekolah menengah, saya memiliki banyak teman. Kami melakukan segalanya bersama-sama. Jalan-jalan, rekreasi, makan-makan, ke sekolah bareng, pulang sekolah bareng, dan masih banyak lagi yang lainnya. Saya suka teman-teman saya. Saya kira kami akan bersahabat dengan mereka selamanya. Tapi, setelah lulus sekolah dan pindah, saya heran karena betapa jarangnya kami bertemu dan berkomunikasi. Bahkan beberapa diantara mereka tidak pernah aku jumpai hingga saat ini, komunikasipun tidak pernah. Kondisi lingkungan yang baru, tempat tinggal yang baru, hubungan-hubungan yang baru, kesibukan, telah menghabiskan waktu kami.
Nobody’s perfect in this world. Tak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Setiap manusia memiliki kelebihan dan mempunyai kekurangan masing-masing. Karena ketidaksempurnaan itulah sehingga kita tidak boleh mengharapkan kesempurnaan mereka. Karena mereka pasti punya kekurangan dan keterbatasan. Karena ketidaksempurnaan itulah sehingga kita selalu bergantung kepada orang lain, termasuk kepada sahabat kita. Karena ketergantungan itulah, sehingga kita selalu menuntut sesuatu yang lebih dari mereka. Kita selalu mengharapkan bantuan mereka disaat kita menghadapi masalah dan kita selalu mengharapkan agar sahabat kita mau dan mampu membantu kita keluar dari masalah yang kita hadapi. Terkadang kita mengharapkan sesuatu yang lebih dari mereka, padahal belum tentu mereka bisa memberikan semuanya untuk kita.
Sadarkah kita, bahwa tidak semua yang kita mau dan inginkan bisa kita dapatkan? Pun begitu dengan sahabat kita, bahwa tidak semua yang kita harapakan dari mereka bisa mereka berikan. Tidak semua masalah yang kita hadapi bisa mereka pecahkan.
Tak ada yang lebih baik dari pada memiliki banyak teman, dan tak ada yang lebih buruk daripada tidak memiliki teman dalam kehidupan ini. Jadi, teman itu sangat penting dalam kehidupan. Akan tetapi, teman tidak boleh menjadi pusat kehidupan kita. Karena, yang namanya manusia, sesekali mereka pasti akan berubah. Sesekali mereka tidak tulus, sesekali mereka menjadi jahat. Terkadang mereka membicarakan kita dibelakang. Atau melupakan kita tatkala mereka telah mendapatkan teman baru.
Oleh karena itu, jikalau sahabat kita tidak mampu memberikan sesuatu yang terbaik bagi kita, janganlah hal itu membuat kita jengkel, marah ataupun membenci dia. Dan janganlah pula kita selalu mengharapkan yang terbaik dari mereka karena yakin dan percayalah bahwa mereka tidak akan mampu dan tidak akan bisa memberikan yang terbaik bagi kita selamanya.

Selengkapnya...

My Big Family